Nama Kelompok
Ary Devy
Kartika Puspa
Verina Ayu
7A2
Paslon Nomer Urut 1
Ary Devy
Kartika Puspa
Verina Ayu
7A2
Paslon Nomer Urut 1
Nama
Lengkap : Joko Widodo
Agama
: Islam
Tempat
Lahir : Surakarta, Jawa Tengah
Tanggal
Lahir : 21 Juni 1961
ü Walikota Solo tahun 2005-2015 (2 Periode)
ü Gubernur DKI Tahun 2012-2014
ü Presiden Indonesia Tahun 2014 – sekarang
Karakter
Jokowi:
Merakyat, Jokowi terkenal dengan blusukan ke masyarakat.
Mempermudah masyarakat dapat berkomunikasi atau mengadu masalah yang dialami
seperti bahan pokok naik. Menjadikan Jokowi lebih dikenal, karena aksi
blusukan-nya.
Memiliki
Jiwa Muda, Jokowi mendukung anak-anak
muda untuk melakukan apa yang menjadi passion-nya. Salah satu yang tengah trend di masyarakat ialah vlog.
Mendukung anak muda untuk membuat vlog dengan konten positif dilakukan Jokowi
dengan membuat akun youtube nya sendiri, vlog yang dibuat presiden memiliki
konten keseharian-nya dalam bekerja.
Pekerja
Keras
Nama Lengkap : Ma’ruf Amin
Agama : Islam
Tempat Lahir : Tangerang Banten
Tanggal Lahir : 11 Maret 1943
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Tahun 2010-2014
Karakter Ma’ruf Amin
ü
Memiliki
Sifat Tenang,
kerap melihat ketika Ma’ruf Amin di wawancarai oleh sejumlah media, ia menjawab
dengan tenang. Menandakan apa yang nanti dikerjakan menimbulkan efek ketenangan
tidak tergesa-gesa.
ü Agamis
Didukung berbagai Partai:
• PDIP
• Golkar
• PKB
• Hanura
• NasDem
• Perindo
• PSI
• PPP
• PKPI
Program Yang Dimiliki
• Mengandalkan
program kerja Jokowi di bidang prasarana
• Mengurangi
kemiskinan
• Mengurangi
kesenjangan antar wilayah
• Meningkatkan
nilai tambah ekonomi
• Pemantapan
ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air
Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf
Dewan Penasihat
(seluruh ketua umum partai pendukung Koalisi Indonesia Kerja):
1. Megawati Soekarnoputri
2. Airlangga Hartanto
3. Muhaimin Iskandar
4. Surya Paloh
5. Romahurmuzy
6. Osman Sapta Oedang
7. Hary Tanoesoedibjo
8. Diaz Faisal Malik Hendropriyono
9. Grace Natalie
Ketua Tim Kampanye Nasional
: Erick Thohir
Wakil Ketua
:
1. Moeldoko
2. Lodewijk F. Padus
3. H. Abdul Kadir Karding
4. Johnny G. Plate
5. H. Arsul Sani
6. H. Herry Lontung Siregar
7. Hajriyanto Y. Thohari
8. Eriko Sotarduga
Sekretaris Tim Kampanye Nasional:
1. Hasto Kristyanto
Wakil sekretaris Tim Kampanye
Nasional:
1. Verry Surya Hendrawan
2. Ahmad Rofiq
3. Raja Juli Antoni
4. Dewi Suharto
Khalayak Politik
Segmentasi dari paslon ini ialah yang memiliki
pengaruh kuat, yaitu pengguna media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Cara
ini dilakukan berbagai pihak termasuk para sukarelawan Jokowi.
Potensi Konflik
1. Jokowi dinilai pro-tiongkok, akan berdampak atau
melahirkan asumsi pada Jokowi lebih mencintai etnis tionghoa dan anti-muslim.
Tapi hal ini, masih menjadi asumsi bagi sebagian orang.
2. Diawal pemerintahan Jokowi periode 2014-2019, Jokowi
menaikan harga BBM yang membuat beberapa kelompok masyarakat keberatan. Jika
Jokowi terpilih kembali, 2 periode, Jokowi mungkin akan melakukan hal yang sama
di pemerintahannya nanti. Dengan tujuan menjaga perekonomian Indonesia. Dan
tetap akan mengundang penolakan dari beberapa kalangan masyarakat.
Prioritas Masalah
1.
Jokowi Pro-Tiongkok
-
Investasi Tiongkok
di Indonesia mencapai US$ 2,7 Milliar (Jan-Sept 2017) lebih besar dibandingkan
AS US$ 1,7 Milliar.
-
Investasi terus
meningkat selama pemerintah Jokowi
-
Menurut Jokowi
saat ini ada 21.000 pekerja asing asal Tiongkok yang bekerja di Indonesia
-
Jokowi menargetkan
peningkatan wisatawan asing dari Tiongkok sebesar 10 juta orang
-
Investor potensial
yang dibentuk di Indonsesia berupa proyek : China Development Bank (CBD), China
Communication Cinstruction Company (CCCC), dan CITIC Group.
Analisis Permasalahan
Analisis Permasalahan
-
Hubungan Indonesia
dan Tiongkok memiliki 2 faktor; satu sisi ada kecenderungan keduanya saling
membutuhkan secara ekonomi karena Indonesia dan Tiongkok sama-sama memiliki
potensi ekonomi (daya beli) yang tinggi. Sisi lain ada persoalan geopolitik
yang mana berbagai isu lain akan muncul, seperti konflik di Laut Tiongkok
Selatan.
-
Jika banyak Turis
dari Tiongkok, akan menguntungkan Indonseia. Tapi jika pekerja asing asal
Tiongkok dipindah ke Indonesia, tingkat pengangguran akan semakin tinggi. Dan
investor/perusahaan banyak di dirikan oleh Pengusaha Tiongkok di asumsikan akan
menerima pekerja mendominasi Pekerja Tiongkok.
-
Secara historis
Tiongkok selalu diidentikan dengan komunisme. Hal ini menuai silogisme “pro
tiongkok” berarti “pro komunis”. Padahal saat ini Tiongkok telah menjadi salah
satu negara kapitalis terbesar di dunia.
-
Terlepas ekonomi,
Jokowi tegas terkait masalah batas perairan Indonesia di Kepulauan Natuna.
Perseteruan di wilayah laut dengan kapal-kapal pencuri ikan asal Tiongkok kerap
terjadi.
Hasil yang di harapkan
Hasil yang di harapkan
-
Hubungan antara
Indonesia dan Tiongkok lebih terfokus dalam hal ekonomi. Dan melanjutkan kerja
sama, tidak hanya yang sudah berjalan seperti proyek kereta cepat
Jakarta-Bandung. Kerja sama yang bisa dilakukan atau ditingkatkan seperti kerja
sama sumber daya mineral, energy dan infrastruktur.
-
Makin banyaknya
investor asal tiongkok dan di bangunnya perusahaan pendiri asal tiongkok,
diharapkan meringankan tingkat pengangguran di Indonesia.
Prioritas Masalah
Prioritas Masalah
2.
Pasal Penghinaan Presiden Muncul Kembali
-
Pada tahun 1946
penghinaan presiden di KUHP, Pasal 13, 136bis, 137. Hukuman Pidana sampai 6
tahun penjara.
-
Pada tahun 2006
Pasal penghinaan presiden dibatalkan MK karena:
1. Bertentangan dengan UUD 1945
2. Presiden sama dan setara kedudukannya di mata HAM
3. Pasal rentan disalah gunakan
-
Pada tahun 2015,
DPR memasukan pasal 263 di RUU KUHP: “Setiap orang yang di muka umum menghina
Presiden atau Wakil Presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama lima
tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV
Analisis Masalah
Analisis Masalah
-
Tidak ada definisi
pasti, akan rentan disalahgunakan berbagai pihak. Misalnya seseorang berbicara
soal presiden, yang memiliki banyak pengertian makna. Sebenarnya ia tidak
berniat mengkritik dalam artian negatif, tapi ada pihak yang mengartikan lain
dan dapat memperkeruh suasana.
-
Melanggar hak
warga berekspresi dan mengkritik. Akan kembali seperti Orba.
-
Presiden
diistimewakan.
Hasil yang diharapkan
Hasil yang diharapkan
-
Pasal penghinaan
tetap ada tetapi harus berlaku untuk semua orang.
-
Menyayangkan
orang-orang yang merasa kebebasan berpendapat hanya berlaku kepada mereka yang
sependapat dengannya. Diharapkan mengkritik pemerintahan diperbolehkan selagi
dalam batas yang wajar.
Paslon Nomer Urut
2
Profil Capres
Nama
Lengkap : Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Agama
: Islam
Tempat
Lahir : Jakarta
Tanggal
Lahir : 17 Oktober 1951
Karakter Prabowo:
Memiliki gaya “Jendral”,
prabowo memang diketahui sebagai sosok yang pernah menjadi TNI berpangkat
Letnan Jendral. Membuat karisma seorang Jendral masih menempel pada diri
Prabowo. Bagaimana ia berjalan atau berbicara.
Disiplin dan tertib
Tegas
Profil Cawapres
Nama Lengkap : Sandiaga Salahuddin Uno
Agama : Islam
Tempat Lahir : Pekanbaru, Riau
Tanggal Lahir : 28 Juni 1969
Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017
Karakter Sandi
-
Merakyat, dibandingkan dengan Prabowo. Sandi terlihat lebih
sering blusukan dan mendatangi rakyar mendengar keluh kesah.
-
Pekerja Keras,
terlihat dari kesuksesan usaha yang telah dirintih dan dibangun Sandi. Sampai
dinobatkan menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia.
-
Cerdas
Partai Pendukung
• Gerindra
• Demokrat
• PKS
• PAN
Program Yang Dimiliki
• Membuka
lapangan pekerjaan
• Membuat
harga kebutuhan pokok terjangkau
• Mendorong
peningkatan ekspor
• Melakukan
kebijakan aubtitusi impor
Tim Sukses
• Ketua
Tim Badan Pemenangan: Jenderal (Purn) Djoko Santoso
• Wakil
Ketua: Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Muzani, Hinca
Pandjaitan, Eddy Soeparno, Mustafa Kamal, Priyo Budi, Mardani Ali Sera, Yandri
Susanto, Slamet Maarif, Neno Warisman, Judi Magio, Nanik S. , Netty Praseyani,
Heryawan, Eno Sigit
Khalayak Politik
• Tim
sukses Prabowo – Sandiaga menarik dukungan melalui segmen milenial, ibu-ibu dan
keumatan karena berkaitan dengan permasalahan Indonesia yaitu perekonomian,
lapangan kerja, serta utang yang terus membengkak
Potensi Konflik
1. Jika Prabowo menjadi presiden, sepertinya hukum rimba
akan bangkit kembali. Siapa yang kuat dia yang Berjaya.
2. Kekerasaan HAM atau penculikan bisa saja terjadi
setiap saat. Melalui cara otoriter yang pernah disampaikan Prabowo Subianto ke
Allan Neirn yang dibongkar ke permukaan menjelang pilpres 2014 yang lalu.
3. Nepotisme Cendana Berjaya. Bisa saja terjadi karena
Prabowo pernah menjadi bagian dari Cendana. Tentu saja celah keberpihakan
Prabowo ke keluarga Cendana sangat lebar.
4. Peranan KPK akan dikurangu bahkan berpotensi
dibubarkan. Karena Fahri Hamzah selama ini yang berjuang untuk membubarkan KPK,
yang satu kubu dengan Prabowo.
Prioritas Masalah
Prioritas Masalah
-
Kasus Pelanggaran
HAM yang pernah dilakukan Prabowo
-
Pada tahun 2000,
Prabowo Subianto pernah dilarang mengunjungi Amerika Serikat atas pelanggaran
HAM.
Analisa Penyelesaian
Analisa Penyelesaian
-
Kasus Prabowo yang
telah melanggar HAM sudah terdengar sampai media luar negeri. Jika Prabowo
menjadi presiden mungkin hal ini akan dijadikan senjata bagi orang-orang yang
kontra terhadap dirinya. Jika telah dilakukan sidang HAM dan dinyatakan
bersalah mungkin ia tidak bisa maju menjadi calon presiden.
Hasil Yang Di Harapkan
Hasil Yang Di Harapkan
-
Untuk kasus
pelanggaran HAM. Pemerintah harusnya tegas untuk melakukan sidang HAM bagi
kedua pasangan calon. Karena, masa lalu mereka yang tidak baik mungkin akan
berdampak buruk bagi kepemimpinan nya kelak.
Sumber : tirto.id, detikcom, kumparan dan bbc.com