Kamis, 22 November 2018

Bicara 2 Pasangan Calon #Politik

Nama Kelompok
Ary Devy
Kartika Puspa
Verina Ayu
7A2

Paslon Nomer Urut 1
Nama Lengkap : Joko Widodo
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surakarta, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : 21 Juni 1961
ü  Walikota Solo tahun 2005-2015 (2 Periode)
ü  Gubernur DKI Tahun 2012-2014
ü  Presiden Indonesia Tahun 2014 – sekarang

Karakter Jokowi:
Merakyat, Jokowi terkenal dengan blusukan ke masyarakat. Mempermudah masyarakat dapat berkomunikasi atau mengadu masalah yang dialami seperti bahan pokok naik. Menjadikan Jokowi lebih dikenal, karena aksi blusukan-nya.
Memiliki Jiwa Muda, Jokowi mendukung anak-anak muda untuk melakukan apa yang menjadi passion-nya. Salah satu yang tengah trend di masyarakat ialah vlog. Mendukung anak muda untuk membuat vlog dengan konten positif dilakukan Jokowi dengan membuat akun youtube nya sendiri, vlog yang dibuat presiden memiliki konten keseharian-nya dalam bekerja.
Pekerja Keras

Nama Lengkap : Ma’ruf Amin
Agama : Islam
Tempat Lahir : Tangerang Banten
Tanggal Lahir : 11 Maret 1943
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Tahun 2010-2014

Karakter Ma’ruf Amin
ü  Memiliki Sifat Tenang, kerap melihat ketika Ma’ruf Amin di wawancarai oleh sejumlah media, ia menjawab dengan tenang. Menandakan apa yang nanti dikerjakan menimbulkan efek ketenangan tidak tergesa-gesa.
ü  Agamis

Didukung berbagai Partai:
      PDIP
      Golkar
      PKB
      Hanura
      NasDem
      Perindo
      PSI
      PPP
      PKPI

Program Yang Dimiliki
      Mengandalkan program kerja Jokowi di bidang prasarana
      Mengurangi kemiskinan
      Mengurangi kesenjangan antar wilayah
      Meningkatkan nilai tambah ekonomi
      Pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf
Dewan Penasihat (seluruh ketua umum partai pendukung Koalisi Indonesia Kerja):
1.      Megawati Soekarnoputri
2.      Airlangga Hartanto
3.      Muhaimin Iskandar
4.      Surya Paloh
5.      Romahurmuzy
6.      Osman Sapta Oedang
7.      Hary Tanoesoedibjo
8.      Diaz Faisal Malik Hendropriyono
9.      Grace Natalie

Ketua Tim Kampanye Nasional : Erick Thohir
Wakil Ketua :
1.      Moeldoko
2.      Lodewijk F. Padus
3.      H. Abdul Kadir Karding
4.      Johnny G. Plate
5.      H. Arsul Sani
6.      H. Herry Lontung Siregar
7.      Hajriyanto Y. Thohari
8.      Eriko Sotarduga
Sekretaris Tim Kampanye Nasional:
1.      Hasto Kristyanto
Wakil sekretaris Tim Kampanye Nasional:
1.      Verry Surya Hendrawan
2.      Ahmad Rofiq
3.      Raja Juli Antoni
4.      Dewi Suharto

Khalayak Politik
Segmentasi dari paslon ini ialah yang memiliki pengaruh kuat, yaitu pengguna media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Cara ini dilakukan berbagai pihak termasuk para sukarelawan Jokowi.

Potensi Konflik
1.      Jokowi dinilai pro-tiongkok, akan berdampak atau melahirkan asumsi pada Jokowi lebih mencintai etnis tionghoa dan anti-muslim. Tapi hal ini, masih menjadi asumsi bagi sebagian orang.
2.      Diawal pemerintahan Jokowi periode 2014-2019, Jokowi menaikan harga BBM yang membuat beberapa kelompok masyarakat keberatan. Jika Jokowi terpilih kembali, 2 periode, Jokowi mungkin akan melakukan hal yang sama di pemerintahannya nanti. Dengan tujuan menjaga perekonomian Indonesia. Dan tetap akan mengundang penolakan dari beberapa kalangan masyarakat.

Prioritas Masalah
1.      Jokowi Pro-Tiongkok
-          Investasi Tiongkok di Indonesia mencapai US$ 2,7 Milliar (Jan-Sept 2017) lebih besar dibandingkan AS US$ 1,7 Milliar.
-          Investasi terus meningkat selama pemerintah Jokowi
-          Menurut Jokowi saat ini ada 21.000 pekerja asing asal Tiongkok yang bekerja di Indonesia
-          Jokowi menargetkan peningkatan wisatawan asing dari Tiongkok sebesar 10 juta orang
-          Investor potensial yang dibentuk di Indonsesia berupa proyek : China Development Bank (CBD), China Communication Cinstruction Company (CCCC), dan CITIC Group.

Analisis Permasalahan
-          Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki 2 faktor; satu sisi ada kecenderungan keduanya saling membutuhkan secara ekonomi karena Indonesia dan Tiongkok sama-sama memiliki potensi ekonomi (daya beli) yang tinggi. Sisi lain ada persoalan geopolitik yang mana berbagai isu lain akan muncul, seperti konflik di Laut Tiongkok Selatan.
-          Jika banyak Turis dari Tiongkok, akan menguntungkan Indonseia. Tapi jika pekerja asing asal Tiongkok dipindah ke Indonesia, tingkat pengangguran akan semakin tinggi. Dan investor/perusahaan banyak di dirikan oleh Pengusaha Tiongkok di asumsikan akan menerima pekerja mendominasi Pekerja Tiongkok.
-          Secara historis Tiongkok selalu diidentikan dengan komunisme. Hal ini menuai silogisme “pro tiongkok” berarti “pro komunis”. Padahal saat ini Tiongkok telah menjadi salah satu negara kapitalis terbesar di dunia.
-          Terlepas ekonomi, Jokowi tegas terkait masalah batas perairan Indonesia di Kepulauan Natuna. Perseteruan di wilayah laut dengan kapal-kapal pencuri ikan asal Tiongkok kerap terjadi.

Hasil yang di harapkan
-          Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok lebih terfokus dalam hal ekonomi. Dan melanjutkan kerja sama, tidak hanya yang sudah berjalan seperti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Kerja sama yang bisa dilakukan atau ditingkatkan seperti kerja sama sumber daya mineral, energy dan infrastruktur.
-          Makin banyaknya investor asal tiongkok dan di bangunnya perusahaan pendiri asal tiongkok, diharapkan meringankan tingkat pengangguran di Indonesia.

Prioritas Masalah
2.      Pasal Penghinaan Presiden Muncul Kembali
-          Pada tahun 1946 penghinaan presiden di KUHP, Pasal 13, 136bis, 137. Hukuman Pidana sampai 6 tahun penjara.
-          Pada tahun 2006 Pasal penghinaan presiden dibatalkan MK karena:
1.      Bertentangan dengan UUD 1945
2.      Presiden sama dan setara kedudukannya di mata HAM
3.      Pasal rentan disalah gunakan
-          Pada tahun 2015, DPR memasukan pasal 263 di RUU KUHP: “Setiap orang yang di muka umum menghina Presiden atau Wakil Presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV

Analisis Masalah
-          Tidak ada definisi pasti, akan rentan disalahgunakan berbagai pihak. Misalnya seseorang berbicara soal presiden, yang memiliki banyak pengertian makna. Sebenarnya ia tidak berniat mengkritik dalam artian negatif, tapi ada pihak yang mengartikan lain dan dapat memperkeruh suasana.
-          Melanggar hak warga berekspresi dan mengkritik. Akan kembali seperti Orba.
-          Presiden diistimewakan.

Hasil yang diharapkan
-          Pasal penghinaan tetap ada tetapi harus berlaku untuk semua orang.
-          Menyayangkan orang-orang yang merasa kebebasan berpendapat hanya berlaku kepada mereka yang sependapat dengannya. Diharapkan mengkritik pemerintahan diperbolehkan selagi dalam batas yang wajar.


Paslon Nomer Urut 2
Profil Capres
Nama Lengkap : Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : 17 Oktober 1951
Karakter Prabowo:
Memiliki gaya “Jendral”, prabowo memang diketahui sebagai sosok yang pernah menjadi TNI berpangkat Letnan Jendral. Membuat karisma seorang Jendral masih menempel pada diri Prabowo. Bagaimana ia berjalan atau berbicara.
Disiplin dan tertib
Tegas

Profil Cawapres
Nama Lengkap : Sandiaga Salahuddin Uno
Agama : Islam
Tempat Lahir : Pekanbaru, Riau
Tanggal Lahir : 28 Juni 1969
Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017

Karakter Sandi
-          Merakyat, dibandingkan dengan Prabowo. Sandi terlihat lebih sering blusukan dan mendatangi rakyar mendengar keluh kesah.
-          Pekerja Keras, terlihat dari kesuksesan usaha yang telah dirintih dan dibangun Sandi. Sampai dinobatkan menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia.
-          Cerdas

Partai Pendukung
      Gerindra
      Demokrat
      PKS
      PAN

Program Yang Dimiliki
      Membuka lapangan pekerjaan
      Membuat harga kebutuhan pokok terjangkau
      Mendorong peningkatan ekspor
      Melakukan kebijakan aubtitusi impor

Tim Sukses
      Ketua Tim Badan Pemenangan: Jenderal (Purn) Djoko Santoso
      Wakil Ketua: Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Muzani, Hinca Pandjaitan, Eddy Soeparno, Mustafa Kamal, Priyo Budi, Mardani Ali Sera, Yandri Susanto, Slamet Maarif, Neno Warisman, Judi Magio, Nanik S. , Netty Praseyani, Heryawan, Eno Sigit

Khalayak Politik
      Tim sukses Prabowo – Sandiaga menarik dukungan melalui segmen milenial, ibu-ibu dan keumatan karena berkaitan dengan permasalahan Indonesia yaitu perekonomian, lapangan kerja, serta utang yang terus membengkak

Potensi Konflik
1.      Jika Prabowo menjadi presiden, sepertinya hukum rimba akan bangkit kembali. Siapa yang kuat dia yang Berjaya.
2.      Kekerasaan HAM atau penculikan bisa saja terjadi setiap saat. Melalui cara otoriter yang pernah disampaikan Prabowo Subianto ke Allan Neirn yang dibongkar ke permukaan menjelang pilpres 2014 yang lalu.
3.      Nepotisme Cendana Berjaya. Bisa saja terjadi karena Prabowo pernah menjadi bagian dari Cendana. Tentu saja celah keberpihakan Prabowo ke keluarga Cendana sangat lebar.
4.      Peranan KPK akan dikurangu bahkan berpotensi dibubarkan. Karena Fahri Hamzah selama ini yang berjuang untuk membubarkan KPK, yang satu kubu dengan Prabowo.

Prioritas Masalah
-          Kasus Pelanggaran HAM yang pernah dilakukan Prabowo
-          Pada tahun 2000, Prabowo Subianto pernah dilarang mengunjungi Amerika Serikat atas pelanggaran HAM.

Analisa Penyelesaian
-          Kasus Prabowo yang telah melanggar HAM sudah terdengar sampai media luar negeri. Jika Prabowo menjadi presiden mungkin hal ini akan dijadikan senjata bagi orang-orang yang kontra terhadap dirinya. Jika telah dilakukan sidang HAM dan dinyatakan bersalah mungkin ia tidak bisa maju menjadi calon presiden.

Hasil Yang Di Harapkan
-          Untuk kasus pelanggaran HAM. Pemerintah harusnya tegas untuk melakukan sidang HAM bagi kedua pasangan calon. Karena, masa lalu mereka yang tidak baik mungkin akan berdampak buruk bagi kepemimpinan nya kelak.

Sumber : tirto.id, detikcom, kumparan dan bbc.com





Tidak ada komentar:

Posting Komentar