Kamis, 22 November 2018

Bicara 2 Pasangan Calon #Politik

Nama Kelompok
Ary Devy
Kartika Puspa
Verina Ayu
7A2

Paslon Nomer Urut 1
Nama Lengkap : Joko Widodo
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surakarta, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : 21 Juni 1961
ü  Walikota Solo tahun 2005-2015 (2 Periode)
ü  Gubernur DKI Tahun 2012-2014
ü  Presiden Indonesia Tahun 2014 – sekarang

Karakter Jokowi:
Merakyat, Jokowi terkenal dengan blusukan ke masyarakat. Mempermudah masyarakat dapat berkomunikasi atau mengadu masalah yang dialami seperti bahan pokok naik. Menjadikan Jokowi lebih dikenal, karena aksi blusukan-nya.
Memiliki Jiwa Muda, Jokowi mendukung anak-anak muda untuk melakukan apa yang menjadi passion-nya. Salah satu yang tengah trend di masyarakat ialah vlog. Mendukung anak muda untuk membuat vlog dengan konten positif dilakukan Jokowi dengan membuat akun youtube nya sendiri, vlog yang dibuat presiden memiliki konten keseharian-nya dalam bekerja.
Pekerja Keras

Nama Lengkap : Ma’ruf Amin
Agama : Islam
Tempat Lahir : Tangerang Banten
Tanggal Lahir : 11 Maret 1943
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Tahun 2010-2014

Karakter Ma’ruf Amin
ü  Memiliki Sifat Tenang, kerap melihat ketika Ma’ruf Amin di wawancarai oleh sejumlah media, ia menjawab dengan tenang. Menandakan apa yang nanti dikerjakan menimbulkan efek ketenangan tidak tergesa-gesa.
ü  Agamis

Didukung berbagai Partai:
      PDIP
      Golkar
      PKB
      Hanura
      NasDem
      Perindo
      PSI
      PPP
      PKPI

Program Yang Dimiliki
      Mengandalkan program kerja Jokowi di bidang prasarana
      Mengurangi kemiskinan
      Mengurangi kesenjangan antar wilayah
      Meningkatkan nilai tambah ekonomi
      Pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf
Dewan Penasihat (seluruh ketua umum partai pendukung Koalisi Indonesia Kerja):
1.      Megawati Soekarnoputri
2.      Airlangga Hartanto
3.      Muhaimin Iskandar
4.      Surya Paloh
5.      Romahurmuzy
6.      Osman Sapta Oedang
7.      Hary Tanoesoedibjo
8.      Diaz Faisal Malik Hendropriyono
9.      Grace Natalie

Ketua Tim Kampanye Nasional : Erick Thohir
Wakil Ketua :
1.      Moeldoko
2.      Lodewijk F. Padus
3.      H. Abdul Kadir Karding
4.      Johnny G. Plate
5.      H. Arsul Sani
6.      H. Herry Lontung Siregar
7.      Hajriyanto Y. Thohari
8.      Eriko Sotarduga
Sekretaris Tim Kampanye Nasional:
1.      Hasto Kristyanto
Wakil sekretaris Tim Kampanye Nasional:
1.      Verry Surya Hendrawan
2.      Ahmad Rofiq
3.      Raja Juli Antoni
4.      Dewi Suharto

Khalayak Politik
Segmentasi dari paslon ini ialah yang memiliki pengaruh kuat, yaitu pengguna media sosial, seperti Facebook dan Twitter. Cara ini dilakukan berbagai pihak termasuk para sukarelawan Jokowi.

Potensi Konflik
1.      Jokowi dinilai pro-tiongkok, akan berdampak atau melahirkan asumsi pada Jokowi lebih mencintai etnis tionghoa dan anti-muslim. Tapi hal ini, masih menjadi asumsi bagi sebagian orang.
2.      Diawal pemerintahan Jokowi periode 2014-2019, Jokowi menaikan harga BBM yang membuat beberapa kelompok masyarakat keberatan. Jika Jokowi terpilih kembali, 2 periode, Jokowi mungkin akan melakukan hal yang sama di pemerintahannya nanti. Dengan tujuan menjaga perekonomian Indonesia. Dan tetap akan mengundang penolakan dari beberapa kalangan masyarakat.

Prioritas Masalah
1.      Jokowi Pro-Tiongkok
-          Investasi Tiongkok di Indonesia mencapai US$ 2,7 Milliar (Jan-Sept 2017) lebih besar dibandingkan AS US$ 1,7 Milliar.
-          Investasi terus meningkat selama pemerintah Jokowi
-          Menurut Jokowi saat ini ada 21.000 pekerja asing asal Tiongkok yang bekerja di Indonesia
-          Jokowi menargetkan peningkatan wisatawan asing dari Tiongkok sebesar 10 juta orang
-          Investor potensial yang dibentuk di Indonsesia berupa proyek : China Development Bank (CBD), China Communication Cinstruction Company (CCCC), dan CITIC Group.

Analisis Permasalahan
-          Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki 2 faktor; satu sisi ada kecenderungan keduanya saling membutuhkan secara ekonomi karena Indonesia dan Tiongkok sama-sama memiliki potensi ekonomi (daya beli) yang tinggi. Sisi lain ada persoalan geopolitik yang mana berbagai isu lain akan muncul, seperti konflik di Laut Tiongkok Selatan.
-          Jika banyak Turis dari Tiongkok, akan menguntungkan Indonseia. Tapi jika pekerja asing asal Tiongkok dipindah ke Indonesia, tingkat pengangguran akan semakin tinggi. Dan investor/perusahaan banyak di dirikan oleh Pengusaha Tiongkok di asumsikan akan menerima pekerja mendominasi Pekerja Tiongkok.
-          Secara historis Tiongkok selalu diidentikan dengan komunisme. Hal ini menuai silogisme “pro tiongkok” berarti “pro komunis”. Padahal saat ini Tiongkok telah menjadi salah satu negara kapitalis terbesar di dunia.
-          Terlepas ekonomi, Jokowi tegas terkait masalah batas perairan Indonesia di Kepulauan Natuna. Perseteruan di wilayah laut dengan kapal-kapal pencuri ikan asal Tiongkok kerap terjadi.

Hasil yang di harapkan
-          Hubungan antara Indonesia dan Tiongkok lebih terfokus dalam hal ekonomi. Dan melanjutkan kerja sama, tidak hanya yang sudah berjalan seperti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Kerja sama yang bisa dilakukan atau ditingkatkan seperti kerja sama sumber daya mineral, energy dan infrastruktur.
-          Makin banyaknya investor asal tiongkok dan di bangunnya perusahaan pendiri asal tiongkok, diharapkan meringankan tingkat pengangguran di Indonesia.

Prioritas Masalah
2.      Pasal Penghinaan Presiden Muncul Kembali
-          Pada tahun 1946 penghinaan presiden di KUHP, Pasal 13, 136bis, 137. Hukuman Pidana sampai 6 tahun penjara.
-          Pada tahun 2006 Pasal penghinaan presiden dibatalkan MK karena:
1.      Bertentangan dengan UUD 1945
2.      Presiden sama dan setara kedudukannya di mata HAM
3.      Pasal rentan disalah gunakan
-          Pada tahun 2015, DPR memasukan pasal 263 di RUU KUHP: “Setiap orang yang di muka umum menghina Presiden atau Wakil Presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV

Analisis Masalah
-          Tidak ada definisi pasti, akan rentan disalahgunakan berbagai pihak. Misalnya seseorang berbicara soal presiden, yang memiliki banyak pengertian makna. Sebenarnya ia tidak berniat mengkritik dalam artian negatif, tapi ada pihak yang mengartikan lain dan dapat memperkeruh suasana.
-          Melanggar hak warga berekspresi dan mengkritik. Akan kembali seperti Orba.
-          Presiden diistimewakan.

Hasil yang diharapkan
-          Pasal penghinaan tetap ada tetapi harus berlaku untuk semua orang.
-          Menyayangkan orang-orang yang merasa kebebasan berpendapat hanya berlaku kepada mereka yang sependapat dengannya. Diharapkan mengkritik pemerintahan diperbolehkan selagi dalam batas yang wajar.


Paslon Nomer Urut 2
Profil Capres
Nama Lengkap : Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Agama : Islam
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : 17 Oktober 1951
Karakter Prabowo:
Memiliki gaya “Jendral”, prabowo memang diketahui sebagai sosok yang pernah menjadi TNI berpangkat Letnan Jendral. Membuat karisma seorang Jendral masih menempel pada diri Prabowo. Bagaimana ia berjalan atau berbicara.
Disiplin dan tertib
Tegas

Profil Cawapres
Nama Lengkap : Sandiaga Salahuddin Uno
Agama : Islam
Tempat Lahir : Pekanbaru, Riau
Tanggal Lahir : 28 Juni 1969
Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017

Karakter Sandi
-          Merakyat, dibandingkan dengan Prabowo. Sandi terlihat lebih sering blusukan dan mendatangi rakyar mendengar keluh kesah.
-          Pekerja Keras, terlihat dari kesuksesan usaha yang telah dirintih dan dibangun Sandi. Sampai dinobatkan menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia.
-          Cerdas

Partai Pendukung
      Gerindra
      Demokrat
      PKS
      PAN

Program Yang Dimiliki
      Membuka lapangan pekerjaan
      Membuat harga kebutuhan pokok terjangkau
      Mendorong peningkatan ekspor
      Melakukan kebijakan aubtitusi impor

Tim Sukses
      Ketua Tim Badan Pemenangan: Jenderal (Purn) Djoko Santoso
      Wakil Ketua: Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Muzani, Hinca Pandjaitan, Eddy Soeparno, Mustafa Kamal, Priyo Budi, Mardani Ali Sera, Yandri Susanto, Slamet Maarif, Neno Warisman, Judi Magio, Nanik S. , Netty Praseyani, Heryawan, Eno Sigit

Khalayak Politik
      Tim sukses Prabowo – Sandiaga menarik dukungan melalui segmen milenial, ibu-ibu dan keumatan karena berkaitan dengan permasalahan Indonesia yaitu perekonomian, lapangan kerja, serta utang yang terus membengkak

Potensi Konflik
1.      Jika Prabowo menjadi presiden, sepertinya hukum rimba akan bangkit kembali. Siapa yang kuat dia yang Berjaya.
2.      Kekerasaan HAM atau penculikan bisa saja terjadi setiap saat. Melalui cara otoriter yang pernah disampaikan Prabowo Subianto ke Allan Neirn yang dibongkar ke permukaan menjelang pilpres 2014 yang lalu.
3.      Nepotisme Cendana Berjaya. Bisa saja terjadi karena Prabowo pernah menjadi bagian dari Cendana. Tentu saja celah keberpihakan Prabowo ke keluarga Cendana sangat lebar.
4.      Peranan KPK akan dikurangu bahkan berpotensi dibubarkan. Karena Fahri Hamzah selama ini yang berjuang untuk membubarkan KPK, yang satu kubu dengan Prabowo.

Prioritas Masalah
-          Kasus Pelanggaran HAM yang pernah dilakukan Prabowo
-          Pada tahun 2000, Prabowo Subianto pernah dilarang mengunjungi Amerika Serikat atas pelanggaran HAM.

Analisa Penyelesaian
-          Kasus Prabowo yang telah melanggar HAM sudah terdengar sampai media luar negeri. Jika Prabowo menjadi presiden mungkin hal ini akan dijadikan senjata bagi orang-orang yang kontra terhadap dirinya. Jika telah dilakukan sidang HAM dan dinyatakan bersalah mungkin ia tidak bisa maju menjadi calon presiden.

Hasil Yang Di Harapkan
-          Untuk kasus pelanggaran HAM. Pemerintah harusnya tegas untuk melakukan sidang HAM bagi kedua pasangan calon. Karena, masa lalu mereka yang tidak baik mungkin akan berdampak buruk bagi kepemimpinan nya kelak.

Sumber : tirto.id, detikcom, kumparan dan bbc.com





Jumat, 21 September 2018

Bicara Politik #planning

Rancangan Setiap Slide Power Point untuk Presentasi #komunikasiPolitik

Slide 1 ~ Judul
Slide 2 ~ Infografis Anak Politisi yang Mengikuti Karier Orang Tuanya
Slide 3 ~ Profil Tommy Soeharto
Slide 4 ~  (Deskripsi singkat) Kehidupan Tommy Soeharto Ketika Soeharto Masih Menjabat sebagai Presiden RI
Slide 5 ~ Bisnis yang dimiliki Tommy Soeharto
Slide 6 ~ Saat Bapaknya lengser dari jabatan Presiden RI
Slide 7 ~ Kasus dan Masalah Kehidupan Pribadi Tommy Soeharto
Slide 8 ~ Tindak Pidana Tommy Soeharto
Slide 9 ~ Karier Politik Tommy Soeharto
Slide 10 ~ Alasan Mendirikan Partai Berkarya
Slide 11 ~ [Asumsi] “Apa anak presiden harus jadi presiden juga?”
Slide 12 ~ [Asumsi] Beberapa hal yang akan dilakukan Tommy jika jadi Presiden
Slide 13 ~ Kesimpulan




Kamis, 13 September 2018

Politik #gantitema


APA ANAK PRESIDEN HARUS JADI PRESIDEN JUGA?
oleh Kartika Puspa Rini (201510415123)

Ada pepatah bilang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, artinya seorang anak tumbuh mengikuti jejak orang tuanya. “Kalau orangtuanya Artis pasti anak nya juga pingin jadi artis” juga “masa orang tuanya PNS anaknya ngga lolos jadi PNS sih?”, stereotype seperti itu yang sudah nempel dibenak masyarakat kita. Jika dihubungkan dengan politik, “Wah Bapaknya Presiden, anaknya juga harus ngikutin karier bapaknya!”. Benarkah seperti itu?
Megawati Soekarno Putri presiden ke lima Republik Indonesa, merupakan anak dari Proklamator RI. Mengikuti jalur sang Ayah, bu Mega pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini. Begitu juga dengan AHY, anak sulung dari Mantan Presiden RI Ke 6. AHY merelakan karier militernya dan masuk ke dunia politik. Apakah seorang anak benar-benar bisa merepresentasikan diri dari seorang Ayahnya? Apa harapan seorang ayah, mantan presiden, melihat anaknya membanting setir kariernya yang telah dijalani, demi mengikuti jejak sang Ayah?
Dalam tulisan ini, Penulis tidak ingin membahas lebih tentang Megawati atau AHY, tapi penulis akan fokus kepada putra mantan Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto. Yap, Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal Tommy Soeharto, kini kembali ke kancah perpolitikan tanah air, dengan mendirikan partai baru yaitu Partai Berkarya. Dengan maksud Tommy membuat partai baru dan menjadi Ketua Umum nya, yang digadang-gadangkan partai berkarya menjadi “anak Golkar”, apakah Tommy berencana menjadi Presiden RI?
Penulis akan menjelaskan sedikit latar belakang Tommy Soeharto (dikutip dari situs viva.co.id), lahir di Jakarta 15 Juli 1962, anak kelima dari enam bersaudara dari pasangan Soeharto dan Siti Hartinah. Bapaknya adalah seorang perwira tinggi Angkatan Darat yang kemudian menjadi presiden RI ke-2. Saat bapaknya menjadi presiden RI ke-2, Tommy berusia lima tahun. Sejak itu, masa kecil Tommy hingga dewasa dalam lingkungan sang penguasa tanah air hingga 1998. Bapaknya berkuasa sampai 32 tahun.
Banyak fasilitas yang dimilikinya selama hidupnya, membuat Tommy menjadi sosok pengusaha papan atas dalam usia muda. Pada umur 30-an ia sudah memiliki banyak perusahaan. Semua fasilitas terhenti pada tahun 1998. Gelombang aksi gerakan reformasi menuntut turunnya Presiden Soeharto. Presiden RI ke-2 itu-pun lengser bertanda tumbangnya rezim orde baru dan lahirnya Era Reformasi.
Berakhirnya masa kekuasaan Bapaknya mengubah segala kehidupan Tommy Soeharto. Mulai masalah bisnis, keluarga, hingga kehidupan pribadi. Dengan banyak masalah yang tak kunjung usai, rumah tangga Tommy ikut runtuh, dan bercerai dengan istrinya pada September 2006. Masalah pribadi lain mengusik Tommy, ia dipenjara atas perencanaan pembunuhan terhadap Hakim Agung Syaifuddin Kartasasmita pada 26 Juli 2001. Sebelumnya, Tommy berperkara soal pemilikan senjata api dan amunisi illegal dan kasus sengaja melarikan diri.
Tommy divonis 15 tahun penjara terhitung 2002 hingga 2017. Namun atas keputusan Mahkamah Agung yang meringankan menjadi 10 tahun dan berbagai remisi, Tommy baru bisa keluar pada Oktober 2008. Ternyata ia bisa keluar lebih cepat pada tahun 2006 karena dibebaskan secara bersyarat.  Tommy kembali menata hidupnya, dan mulai melirik dunia politik. Ia kembali kepartai Golkar, kemudian pada tahun 2009 ia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar, tapi gagal. Gagal berkarya di Golkar, membuat Tommy mendirikan partai Politik bernama Partai Berkarya, Tommy di daulat menjadi ketua umum DPP Partai berkarya periode 2016-2021.
Dengan mendirikannya Partai Berkarya, putra bungsu mantan penguasa orde baru ini mengaku semakin miris dengan situasi politik saat ini. Ia merasa terpanggil dan ingin melindungi NKRI dari banyaknya utang negara dan ketidak stabilan dalam kedaulatan rakyat. Selain sibuk sebagai pendiri partai, Tommy juga masih bergelut di dunia bisnis, salah satu tujuannya adalah untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Walau sosoknya kontroversial, anak kelima mantan Presiden Soeharto ini tetap tercatat sebagai orang terkaya di RI ke-60 versi majalah bisnis Globe Asia. Perusahaan yang dimiliki oleh Tommy Soeharto ialah Grup Humpuss, Lor International Hotel Group (Lor in Hotel), dan Tommy memiliki V-Power Corp, perusahaan pemegang saham milik Automobil Lamborghini.
Meski sukses dalam dunia bisnis, tidak membuat Tommy gampang meraih kesuksesan dalam kancah politik. Partai Berkarya merupakan partai baru, jadi tidak diperbolehkan untuk menyalonkan capres dan cawapres, namun semangat Tommy pantang surut, ia percaya diri maju untuk Calon Legislatif.
Mari sama-sama melihat bagaimana dan apa saja rencana Tommy pada masa kampanye ini. Alasan Penulis memilih tema ini ialah ketertarikan akan sosok Tommy Soeharto, yang berani, kuat, angkuh, percaya diri dengan lika-liku yang cukup kontroversial dalam cerita kehidupannya. Kemudian menjadi ketertarikan Penulis, ketika Tommy berani membuat partai baru dan “ingin” mencalonkan diri sebagai Presiden RI.

Artikel yang menjadi acuan;
m.viva.co.id/amp/siapa/read/385-tommy-soeharto
idntimes.com/news/indonesia/amp/fitang-adhitia/tommy-soeharto-ungkap-tujuannya-dirikan-partai-berkarya
Buku yang akan menjadi acuan:
Tommy Soeharto – I’ll be Back oleh Erwiyantoro dan Endang Suherman
Testimoni Antasari Azhar untuk Hukum dan Keadilan oleh Max Diaz Riberu dan Servas Pandur



Kamis, 06 September 2018

Bicara Politik #menurutSaya


Setelah Asian Games 2018 berakhir, politik kembali memanas. Bentuk dari politik memanas yaitu ketika semua tv kembali menayangkan berita tentang aktor politik, yang kemudian membuat Saya mematikan tv karena terlalu sulit untuk mengerti apa yang sebenarnya mereka bicarakan. Kemudian Saya beralih membuka smartphone, dan buka aplikasi Twitter, update tentang artis idola seketika menyegarkan pikiran. Karena arus informasi cukup deras di aplikasi ini, saya-pun mengikuti beberapa portal online berita di Indonesia, sebut saja detik(com), kumparan dan kompas, membuat mata Saya kembali bertemu dengan berita politik.
Mau tidak mau harus liat berita yang disuguhkan oleh portal online di Indonesia, atau pengguna media sosial. Saya mengakui teman-teman pun ikut membicarkan politik. Jika saya mematikan tv, tidak tersambung online di smartphone, dan tidak bersosialisasi mungkin Saya akan menjadi orang yang tertinggal. Mau tidak mau pasti kita mengetahui perkembangan berita Politik. Meskipun saya belum pernah memberikan argument tentang politik di media sosial, bukan berarti Saya tidak memiliki pemahaman tersebut. Tentu, Saya juga melek politik.
Tokoh politik yang cukup ramai dibicarakan dan menyorot perhatian Saya yaitu Sandiaga Uno. Berdasarkan sumber informasi yang saya baca, Sandiaga Uno termasuk orang terkaya ke-37 di Forbes Indonesia pada tahun 2011. Bukan hanya kekayaannya yang menjadi sorotan, saat ia meninggalkan kursi 2 DKI Jakarta, dan menemani Prabowo sebagai cawapres, juga membuat reaksi dan perbincangan yang cukup ramai, terutama di media sosial. Dan banyak sekali argument, berbagai macam alasan Sandi dipilih Prabowo untuk menemaninya di Pilpres 2019, salah satu nya banyak yang menyebut Pak Sandi ini kantongnya Pak Prabowo.
Sandiaga Uno maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto, dengan latar belakangnya pengusaha muda yang sukses, dan image nya seakan muda dan fresh, membuat saya memilih tema untuk presentasi. Sebelum mengetahui bahwa beliau merupakan pengusaha sukses, saya merasa sangat tertarik dengan aksi dan berbagai tingkah lakunya. Saya tidak ikut memilih Pilgub DKI, tapi saya mengikuti berita saat pasangan Annies – Sandi melakukan kampanye dan ketika sudah terpilih, banyak sekali moment yang seakan lucu atau “nyeleneh”, salah satunya ketika pak Sandi kerja memakai baju dinas ditemani sneakers.
Dilansir dari Biografi Tokoh, perjalanan karir Sandi Uno dimulai dari perusahaan yang didirikan bersama temannya. Sebelumnya ia bekerja di perusahaan investasi di Singapura, namun perusahaan tersebut bangkrut dan ia menjadi pengangguran. Semula kaget dengan perubahan kehidupannya, tapi Sandi harus mulai dari nol dan bagaimana-pun caranya harus bisa survive. Kemudian ia mengandeng rekan sekolah nya dulu saat SMA, mereka mendirikan PT Recapital Advisors. Kemudian karena hubungan akrabnya dengan keluarga Soeryadjaja membawa Sandi mendirikan perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya bersama anak William, Edwin Soeryadjaja.
Bisnis Sandi mulai terlihat ketita Indonesia sedang krisis, Sandi mampu “memanfaatkan” momentum krisis unuk melebarkan sayap bisnisnya. Saat itu banyak perusahaan papan atas yang runtuh tak berdaya. Nilai aset-aset mereka pun runtuh. Perusahaan investasi yang didirikan Sandi dan kolega-koleganya segera menyusun rencana. Mereka meyakinkan investor-investor mancanegara agar mau menyuntikkan dana ke tanah air. Tantangan yang sulit ialah meyakinkan bahwa Indonesia masih punya prospek. Namun Sandi dan team dapat membantu beberapa perusaan kala itu.
Dibalik pencapaiannya, Sandi mengalami jatuh bangun dalam perjalanan karirnya. Adanya networking yang luas dengan perusahaan dan lembaga keuangan, membuat perusahaan yang didirikan Sandiaga Uno berhasil mengambil alih 12 perusahaan hingga tahun 2009. Tidak puas hanya sukses dibidang bisnis. Sandi-pun memutuskan untuk bergabung ke dunia politik. Entah apa yang mendasari alasan Sandi terjun ke politik. Sekitar tahun 2017, ia maju mendampingi Anies Baswedan yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS di Pilkada DKI. Sandiaga bersama Anies pun berhasil memenangkan Pilkada tersebut.
Masa pilkada DKI selesai, berganti dengan Pilpres 2019. Bersamaan dengan isu #2019gantipresiden yang sudah ramai dibicarakan sejak awal tahun 2018. Prabowo dan Jokowi kembali mencalonkan diri di Pilpres2019, masyarakat penasaran siapakah yang akan mendampingi mereka, dan ikut mencocokan beberapa nama yang ‘mungkin’ akan terpilih sebagai cawapres Prabowo dan Jokowi. Nama Sandiaga Uno tidak terlalu ramai dibicarakan saat itu, malahan tidak sama sekali saya mendengar berita pak Sandi akan jadi cawapres Jokowi atau Prabowo. Karena AHY ramai disebut akan maju mendampingi Prabowo.
Saat hari terakhir pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo mengumumkan pendampingnya di Pilpres 2019, yaitu Sandiaga Uno. Volla! “Kok bisa?” “Terus Pak Anies Sendirian dong?” “Kalau gak menang pilpres nyesel banget ninggalin bangku wakil gubernur DKI!” “Yaiyalah, pak Sandi dipilih, Pilpres pasti kan ngeluarin banyak dana!”, mayoritas tanggapan warganet yang saya simpulkan ketika Prabowo mengumumkan cawapresnya. Saya pun juga ngga percaya kayak “lho????”
Tapi, kalau dilihat lebih detail, ada perubahan image yang ingin disampaikan pasangan Prabowo – Sandi untuk Pilpres 2019 ini, image yang melekat di benak saya saat Pilpres 2014 pasangan Prabowo – Hatta terlihat pasangan yang kuat dan keras, seperti masih terasa sekali sifat kemiliteran pada diri Prabowo. Ketika menggandeng Sandi, saya yakin bukan hanya dari segi logistik, tapi ada pesan mengubah image Prabowo yang seakan keras. Salah satu contoh dari perkumpulan/partai emak-emak yang disuarakan oleh Sandi, seperti yang kita tahu saat pemilihan presiden SBY, SBY mendapatkan suara (mayoritas) dari kubu perempuan. Jadi saya melihat Paslon ini mencoba ambil suara hati emak-emak (ibu-ibu) dari segi pasangan calon yang kharismatik, image keren dan humble. Coba kalau perkumpulan emak-emak ini diterapin Prabowo saat kampanye Pilpres 2014, penasaran respon nya akan seperti apa?
Contoh lain ketika Prabowo-Sandi pergi ke gedung KPU mendaftar Pilpres. Prabowo memilih menggunakan mobil untuk sampai ke KPU, sedangkan Sandi memilih untuk berjalan kaki. Pesan yang saya terima, ialah pak Prabowo masih ingin dihormati dan tinggi derajatnya, karena ia akan menjadi Calon Presiden 2019-2024. Dengan membuka jendela atas mobilnya sambil melambaikan tangan kepada pendukung yang mengantar ke gedung kpu, seperti itu cara beliau berkomunikasi dengan pendukungnya. Sedangkan Sandi ingin di cap sebagai sosok yang humble, down to earth, berjalan beriringan dengan pendukungnya yang mengantar.
Sekiranya itu pesan yang saya terima dari paslon Prabowo-Sandi. Alasan memilih tema ini bukan karena Saya mendukung Paslon Prabowo-Sandi. Tapi ketertarikan dari tingkah laku yang muncul dari seorang Sandiaga Uno.
Jurnal ilmiah yang dipakai untuk referensi yaitu milik Rahmat Taufik yang berjudul Perjalanan Kesuksesan Hidup Seorang Sandiaga Shalahudin Uno, juga milik Vicky Nur W yang judulnya Sandiaga Uno Bagikan 4 AS Pengusaha. Kemudian, buku juga menjadi acuan saya dalam mengumpulkan informasi, yaitu buku yang ditulis oleh Nor Islafatun yang berjudul Sandiaga Uno, dan buku yang ditulis oleh Sandiaga S. Uno yang berjudul Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas – One Way Ticket To Succes.

Referensi Artikel Online:
Rony Wijaya, 2017.    Biografi Sandiaga Uno. [Online] Avaible at: bio.or.id/biografi-sandiaga-uno/
(zul/dnl), 2013. Kisah Awal Karir Sandiaga Uno: Ditolak 25 Perusahaan dan Dianggap Anak Kemarin Sore. [Online] Avaible at: m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-2384472/kisah-awal-karir-sandiaga-uno-ditolak-25-perusahaan-dan-dianggap-anak-kemarin-sore

KARTIKA PUSPA RINI
201510415123 (7A2)